"Yang tau ciplukan pasti kecilnya tinggal di desa/dikampung" - sahabatku.
Hahaha sontak kami langsung tertawa & aku mengiyakan pendapat dia 😂😂
Teringat dulu jaman aku kecil, tinggal di sebuah proyek tambak udang terbesar di Indonesia hhm atau bisa jadi terbesar di Asia Tenggara, disekitar tambak depan rumah banyak ditumbuhi pohon ciplukan, gak ada yg nanem, tumbuh sendiri aja gitu.
Alhasil ya hampir tiap hari aku makan ciplukan, cari yg mateng hehe
Setelah pindah ke Ibu Kota Provinsi, yg rumahku tetap aja ditengah kebun, tetangganya baru 2 rumah haha, nah pas di halaman belakang ada juga pohon ciplukan tapi cuma 1 dan tidak bertahan lama lalu entah menghilang kemana 😒
Dari cerita diatas tau sendiri kan gimana si ciplukan menemani masa kecilku, jadi gak heran kalo aku sering kangen sama ciplukan, dan betapa bahagianya hatiku saat ku duduk berdua denganmu *eh salah saat ku bertemu mbah penjual ciplukan.
Dimana? Ditempat yg tak terduga, bukan di pasar. Tapi di Kraton Yogyakarta 😍
Iya jadi kemarin aku & sahabatku habis lihat pertunjukan tari di keraton, pas menuju keluar ada mbah mbah yg jual ciplukan & kacang sangrai.
Langsung deh aku samperin & beli ciplukan.
Harganya murah banget. Satu gandeng cuma dijual Rp.2000 saja, sedangkan sahabatku ini pernah lihat di sebuah supermarket harganya Rp.70.000 dan itu isinya paling 100gr aja gak ada lho hhm..
Oke, jadinya kami beli 5 gandeng. Totalnya Rp.10.000 😁
Seharian kami makan ciplukan, sambil nostalgia jaman kecil, hhm bahagia itu sederhana.
Besok kalo pingin makan ciplukan aku harus ke Kraton nih, cari mbahnya yg jualan. Hehehe



0 comments