Musim Kemarau Main Ke Air Terjun, Liat apa?

Hahaha ini adalah salah satu cerita perjalananku yg cukup konyol.

Jadi gegara kegabutan aku dan temanku di hari sabtu, bingung mau main kemana, karena jujur 95% tempat wisata di jogja dari ujung ke ujung udah ku jelajahi jadi tuh kalo ditanya: "mau kemana?" Pasti aku jawabnya: "terserah kamu mau kemana, tak kancani wes" 😂

Jadilah dia ngajak ke Patuk.
Hhm Patuk? Meh ngopo, dalam hatiku.
Terus dia bilang mau ke Air Terjun.

Hah? Air Terjun? Kemarau gini?
Udah pasti gak ada airnya tapi karena dia ngeyel yoweslah berangkat.

Pas dijalan ku tanya Kita mau ke Air Terjun mana, dia bilang ke Air Terjun Kedung Kandang.
Hhm.. aku menghela nafas sembari berkata: yaelah kesana lagi -___-

Air Terjun Kedung Kandang
Lokasinya sejalur dengan Gunung Api Purba dan Embung Ngelanggeran.
Ada plangnya kok, jadi kamu gak akan kesasar.

2 Tahun lalu (2016) aku kesana sama mantan. Wajar lah ya kalo aku menghela nafas. Secara kan ah sudahlah jadi curcol.
Skip~

Sekarang kesana dengan keadaannya yg berbeda, musim yg beda.
Musim kemarau. Di loket gak ada yg jaga, jadi kami free masuk ke lokasi air terjun.
Kenapa? Karena gak ada airnya hahaha


Jadi pas parkirin motor, Ibu yg baik hati udah kasih tau dulu kalau kondisinya lagi kering tapi karena kami emang pingin refreshing, suntuk sama rutinitas ya gak masalah. Lanjutkan!

Sebelum Kita sampai ke Air Terjun, harus tracking dulu naik turun bukit, lewatin kebun, sawah, batu-batu, karena kondisi kemarau jadi kemaren terlihat gersang, rumput-rumput berubah warna dan kering tapi entah kenapa masih enak aja di pandang, justru feel nya kerasa beda.
Oh iya ditengah jalan kami sempet ketemu ular yg ukurannya cukup besar. Tapi gpp, itu habitatnya.

Gak ada orang selain kami berdua, berasa milik sendiri, honestly I feel so happy, lari-larian kesana kemari, fresh!

Duduk ditengah pendopo kecil di tengah perjalanan, cerita panjang lebar dari A-Z ditemani semilir angin yg sejuk banget ah aku suka banget, terlebih disuguhi pemandangan sawah yg beberapa masih hijau karena baru mulai di tanami padi.
Aku ngerasa gak mau pulang.

Sudah puas ngobrol, kami lanjutkan ke bawah menuju air terjun (kalau musim hujan, kalau sekarang cuma batu aja) tetiba aku jadi guide dadakan yg menggambarkan kondisi ketika musim hujan, emang indah banget ini air terjun. Coba datang kesini bulan januari, kamu pasti terkagum-kagum!

Sekarang sudah ada perubahan, jadi udah ada tangga dari bambu yg fungsinya untuk menyebrang, dulu aku inget banget nyebrang nya kudu lewat sungai hehe

Terus udah ada spot foto juga dari bambu.

Tapi untuk jalan pulang, masih sama, harus menaiki bebatuan yg kalau musim hujan/air terjun ada airnya cukup licin.
Saranku pakai sandal/sepatu outdoor dan kalau bisa jangan pakai jeans ketat apalagi pakai skirt duh mbak, mbaknya mau ke mall? Nanti digituin loh sama orang lain yg lihat wkwkw gak ding gak gitu, tapi karena medannya yg mengharuskan untuk climbing jadi ya mungkin bisa pakai jogger pants atau legging aja.

Sebenernya disini juga ada warung kecil, kalau lapar atau haus bisa mampir tapi karena bukan musim nya jadi kemaren warungnya berubah jadi tempat naruh pohon padi yg kering hehe

Oh iya, jalan pulangnya itu menanjak ya dan banyak batu-batu kerikil kecil.
Disarankan sekali kalau mau kesini harus dalam kondisi fisik yg prima.
Kalau mau bisa jogging dulu deh beberapa hari sebelum kesini, soalnya nanjaknya lumayan banget.

Hhm.. sekian cerita dari aku, jadi walaupun gak lihat air terjun aku tetap happy.
Karena aku suka Alam, aku suka pohon, aku suka tracking, aku suka naik gunung, aku suka angin 🍃


0 comments