Merbabu Via Suwanting, Track dan Pemandangannya Amazing! Warning: Bukan Untuk Pendaki Pemula!!
Merbabu Via Suwanting - Biasanya kalau orang-orang ke Merbabu lewatnya selo atau wekas. Tapi kalau lewat Suwanting? Jarang sekali, mungkin hanya beberapa saja yg tau.
![]() |
| Paradise! |
Kalau dari jogja enaknya ambil arah Ketep Pas. Gak jauh kok darisitu, buka gmaps aja.
Baiklah disini aku akan bercerita secara detail asal muasal kenapa aku dan tiga kakakku bisa sampai disana, dari awal perjalanan sampai pulang.
Siapin cemilan ya, panjang nih ceritanya hehehe
Oke, jadi awalnya niat kami mau ke Gn. Sindoro via Tembi. Namun H- sekian karena ada something akhirnya ganti deh ke Merbabu tapi via Suwanting. Aku sih manut aja, pokoknya kalau diajak naik gunung mah hayuk aja. Hihi
Jujur, ini pendakian awal setelah 2 tahun gak ndaki, kan 2 tahun kemarin aku balik ke lampung.
Ditambah lagi, persiapan fisikku gak maksimal, baru jogging sekali doang. Haha
Please jangan ditiru, harusnya treatment minimal seminggu sebelum mendaki itu harus jogging buat melatih pernafasan (kalau aku).
Jadi gimana aku bisa menaklukan Suwanting? :D
Pagi itu (11/8) jam 04:30 aku sudah bangun, langsung mandi dan siap-siap karena janjinya aku dijemput kak Andik jam 05:30 hhm tapi molor, jam 07:00 aku baru dijemput dan langsung otw. Kami sudah janjian sama kak Rizky di alfamart sebelum pom bensin Jombor. Sedangkan Kak Ujang naik motor dari Semarang dan janjian di basecamp.
Setelah personil dari jogja lengkap, Kak Rizky & Kak Andik berembuk mau lewat mana, aku mah nyimak aja wkwkw alhasil kami lewat samping Artos. Dan di pas di pom bensin sambil nunggu kak Andik isi bensin, kak Rizky cek gmaps kok jalannya muter-muter, "walah tau gitu lewat Ketep Pass aja ini lebih deket hahaha" katanya, aku ngakak aja dah, yah nyasar pagi-pagi hahaha
![]() |
| Basecamp Via Suwanting |
Ngelurusin kaki bentar, terus sarapan pake nasi rames lauknya telur dadar ditambah air putih panas hhm nikmat :)
Sudah selesai sarapan, sudah siap-siap, kak Andik & Kak Ujang simaksi, Per-orang bayar Rp.18.000 (weekend).
Alhamdulillah-nya kak Rizky bawa tracking pole yg itu amat sangat berguna buat aku. Aku gak bisa bayangin gimana kalau gak ada tracking pole.
![]() |
| Pos Ojek |
![]() |
| Ini sama kaya di peta yg dikasih pas simaksi, isinya tentang rute dan estimasi waktu |
Sampai di pos ojek, istirahat sebentar, ngobrolin soal logistik, malam makan apa, pagi makan apa, perkiraan sampai di pos 3 jam berapa. Pokoknya masalah teknis yg kayagitu. Dan karena medannya yg sangat ekstrim, mereka selalu menekankan ke aku kalau cape istirahat dulu, jangan dipaksa.
Aku mengangguk & tersenyum manis. Hehehe
![]() |
| Pemandangan menuju pos 1 |
Pendakian yg sebenarnya dimulai, dari pos ojek ke pos 1 melewati hutan pinus, dan seperti yg ku bilang, jalannya menanjak dari awal pokoknya dari keluar basecamp sampe puncak jalannya menanjak gak ada bonus. Itulah kenapa jalur ini amat sangat tidak dianjurkan untuk pendaki pemula, pendaki wisata apalagi yg belum pernah mendaki sama sekali. Hhm..
![]() |
| Pos 1 hurray! |
Walaupun air masih banyak tapi paling enak minum dari mata air langsung, berasa kaya air kulkas, adem, duh segernya..
![]() |
| Mata Air yang super menyegarkan |
![]() |
| menuju pos 2 |
Sampai di pos 2, kami istirahat lumayan lama. Disitu juga ketemu sama rombongan 4 orang dari Jakarta yg sempat ketemu di basecamp. Dan ekspresi mereka pas lihat aku: "Wih mbak, kuat? Ih dikirain mah gak bakal kuat, hebat euy si mbak, padahal medannya kayagini, salute!"
Aku cuma bisa senyum dan nyengir. Hehehe
Di pos 2 juga ada mata air ya :)
![]() |
| Pos 2! |
![]() |
| My squad - POS 2 |
Oh iya, jalur pendakian via Suwanting ini sepi. Aku ketemu sama beberapa pendaki bisa dihitung jari. Padahal ini weekend, apalagi kalau weekdays coba? Gak kebayang sepinya gimana. Asli seru! Spekulasi kami sih karena medannya yg super duper ini membuat orang memilih lewat jalur lain yg lebih bersahabat.
Oke, no problem. Kamu tau kondisi fisik dan mentalmu, jadi sesuaikan saja :)
Lanjut, perjalanan dari pos 2 ke 3 adalah perjalanan yg amat sangat menguras gak cuma tenaga tapi juga mental. Terbukti dari tidak adanya dokumentasi foto, udah gak kepikiran lagi buat ambil foto. Medannya semakin ekstrim, ditambah tekstur tanah berpasir yg licin, ada beberapa yg dibantu tali, tapi lebih banyak yg tidak, bahkan ada titik yang tidak ada bantuan apapun baik itu tali, akar, rumput, dsb.
Dan, saking ekstrimnya ada beberapa titik yg tinggi si tanahnya setinggi jidat, terus aku gimana? Ya aku merangkak, bener-bener merangkak.
Amazing sekali, kan! Hahaha
Gak cuma itu, aku kepeleset berkali-kali, yg parah sih sekali kepelesetnya, itu badanku bener-bener merosot sampai tengkurap gitu. Spontan aku sedikit teriak karena kaget, sampai kakak-kakakku ikut kaget dan khawatir tapi aku baik-baik aja kok. Kapok? Ya enggaklah. Hahaha
Masih sanggup? Masih dong!!
Lanjut, tadinya estimasi kami paling lambat sampai di pos 3 jam 19:00, tapi ternyata tidak semudah itu kawan. Hahaha
Hari mulai petang dan kami belum sampai setengah perjalanan ke pos 3 (kok tau? Iya kan nanya dari pendaki yg turun)
![]() |
| Senja diatas awan :) |
Perjalanan yg amat sangat menguras tenaga, kami memutuskan untuk istirahat lumayan lama.
Suhu mulai turun, untuk menghangatkan badan kami masak air dan bikin teh panas sambil makan roti untuk menambah energi. Sebelum melanjutkan perjalanan, aku disuruh pakai head lamp punya kak Ujang, sebenarnya aku bawa senter tapi kalau di pegang sama tangan akan menghambat pendakianku, terlebih mereka tau kalau mata aku minus.
Hhm terharu :')
Sudah hangat, kami melanjutkan perjalanan lagi. Oh iya, dari pos 2 ke pos 3 ada jalur alternatif, jadi kalau ada jalur bercabang pilih yg kanan, jalan itu memutar memang lebih lama tapi jalurnya lebih bersahabat.
Ditengah kegelapan, jatuh air dari atas, entah hujan atau embun. Aku berdoa semoga tidak hujan semoga tidak hujan. Kak Andik yg sudah duluan beberapa meter berteriak si mantelku di taruh di bawah batu, untuk jaga-jaga takutnya hujan beneran.
Aku mempercepat langkah biar cepet ketemu si mantel. Serius aku takut kalau hujan turun, huhu
Mantel sudah ketemu, aku merasa aman.
Tapi alhamdulillah gak jadi hujan juga, malah terang benderang, aku bisa lihat bintang dengan jelas bahkan aku pun melihat bintang jatuh. Ya Allah, indahnya.. Langsung make a wish dong aku hihi
Entah seberapa sering aku & kak Rizky berhenti, sekedar untuk menghela nafas, saling menyemangati.
Walaupun kadang ingin menyerah tapi kami tidak menyerah. Kami terus melanjutkan pendakian walau sambil merangkak. Aku sempat kram 1 kali di bagian selangkangan waktu mau manjat, tapi syukur cuma sebentar setelah itu kembali normal. Oh iya Kak Andik & Kak Ujang memang duluan karena mereka mau bangun tenda dulu jadi pas kami sampai bisa langsung istirahat. Iya, bagi tugas gitu.
Kok lama banget ya, pos 3 kok gak nyampe-nyampe. Kalau di peta, estimasi yg tertulis disitu hanya 2 jam. Sedangkan kami udah lebih dari 3 jam kok gak sampai-sampai.
Suhu turun lebih rendah, badan mulai menggigil, semakin lama istirahat makin berasa dingin.
Sampai kami mendengar teriakan kak Andik & Kak Ujang: "Pos Mata Air 3, Pos Mata Air 3, Semangat!"
Waaaahhhhh mendengar kata-kata itu, kami pun langsung berdiri dan merangkak lagi menuju pos mata air 3 yg tandanya sudah makin dekat dengan pos 3 tempat rencana kami mendirikan tenda.
Kak Andik & Kak Ujang bergegas naik ke pos 3 yg tinggal selangkah lagi, kalau di peta 15 menit dari pos mata air 3.
Kami masih istirahat, disitu aku mulai kehabisan tenaga, suhu dingin bikin aku menggigil gak berhenti, aku tetap berusaha melanjutkan pendakian, ku tengok jalur yg bakal dilewati tapi kok curam banget terlebih gak ada bantuan semacam akar/tumbuhan, aku mencoba dan gagal, terperosok lagi.
Kak Rizky pun sudah terlihat sangat lelah, kami meminta bantuan, setidaknya untuk membawa carriernya kak Rizky & kak Rizky bawa carrier aku. Kami rasa mampu. Tapi, suhu semakin turun. Matras aluminium yg kami gunakan sementara sambil menunggu bala bantuan pun dirasa tak mampu menghangatkan.
Akhirnya kalau jam 10 malam bala bantuan belum datang, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di sebelah pos 3 mata air.
Waktu menunjukan jam 10 malam. Akhirnya kami berteriak lagi dan bilang kalau kami mau mendirikan tenda dibawah. Mereka mengiyakan.
Dengan badan menggigil, aku & kak Rizky memasang tenda. Wah perjuangan yg super banget deh pokoknya.
Tenda sudah jadi, masukin terpal, pasang lampu gantung, taruh tas, dan aku langsung tepar.
Antara masuk angin atau asam lambung, gejalanya sama soalnya.
Lidah pahit dan mual, tapi gak bisa muntah. Kalau pernah ngerasain pasti tau gimana tersiksanya.
Aku tidur pun gak nyaman. Kata kak Rizky waktu itu bibirku pucat, makan bengbeng cuma sesuap, diajak ngobrol gak respon. Dia takut aku kena hipo.
Cuaca diluar sangat dingin. (tapi masih lebih dingin di Gn. Lawu)
Untungnya aku bawa Sleeping Bag yg Double Polar jadi hangat. Alhamdulillah setelah mualnya hilang, aku bisa tidur nyenyak bahkan bisa sampai mimpi lho wkwkw
Lebih bersyukur lagi karena malam itu cuaca bersahabat, gak ada hujan, gak ada badai.
Yg kasian kak Rizky, dia kedinginan. Yg dingin telapak kaki sama telapak tangan doang katanya padahal udah pakai kaos kaki dan sarung tangan. Tapi bukan dia doang, kakak-kakak ku yg lain juga mengalami kedinginan di bagian yg sama.
Subuh aku niat naik ke pos 3 pingin liat Sunrise, tapi melihat kondisi kak Rizky aku urungkan niatku :)
Jadi aku lihat sunrise dari tenda deh, cantik! diatas lautan awan ada segaris warna yg menyejukan hati bagi siapapun yg melihat. Ditambah ada 2 gunung yg menyembul menembus awan. Pemandangan yg luar biasa.
![]() |
| Sunrise dari balik tenda |
![]() |
| Lautan awan!! |
Sarapan pagi kami adalah teh panas dan roti kasur, sederhana tapi justru itu yg di rindukan.
Sudah sarapan, kami memindahkan logistik sayuran & beras yg ada di tasku untuk dimasak diatas nanti setelah dari puncak.
Perjalanan ke puncak dimulai pagi hari jam 06:00.
Aku sempat kaget sih ternyata jalan dari pos 3 mata air ke pos 3 itu tidak sesulit yg semalam aku lihat. Jadi semalam yg aku lihat itu jalan yg salah. Hahaha ealah aku ngebatin tapi gpp, ada hikmahnya. Jadi ke puncak gak bawa carrier, lebih enteng wkwkw
![]() |
| Perjalanan dari pos mata air 3 ke pos 3, ditemani merapi |
Seru banget.
![]() |
| Di pos 3 banyak edelweiss. Ingat, jangan dipetik!! Cukup di foto saja!! |
Sabana 1,Sabana 2, dan Sabana 3.
Kami bertekad harus sampai di Puncak Suwanting, pokoknya harus. Karena track-nya hhm cukup sekali aja deh lewat Suwanting hahaha (pendaki lain pun berpikiran sama dengan kami) Jadi harus sampai puncak!!
Perjalanan menuju puncak, menanjak melewati padang sabana yg warnanya sedikit menguning karena musim kemarau. Walaupun tracknya menanjak tapi gak menantang kaya dari pos 2 ke pos 3. Lempeng aja jalan. Santai. Hanya butuh waktu 1,5 jam dari pos 3 ke puncak. Itupun di sela dengan foto-foto hehe
![]() |
| Betapa gagahnya merapi :) |
Yang aku heran, aku bisa melihat jelas walaupun aku gak pakai kacamata.
Subhanallah, begitu besarnya energi alam yg diberikan. Perjuangan mendaki terbayar sudah.
Aku jadi teringat, Ono Rupo Ono Rego. Kata-kata tersebut gak cuma dipakai dalam istilah dagang.
Jadi ya kalau kamu mau dapat kualitas, kamu harus berani bayar lebih mahal.
Bayar tidak selalu berkaitan dengan materi ya. Paham kan maksud aku? :)
![]() |
| Maka nikmat Tuhan kamu yg manakah yg kamu dustakan? :') Subhanallah indahnya.. |
Setelah sampai puncak, kami mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.
![]() |
| Puncak Suwanting! Merbabu! |
![]() |
| Merbabu Via Suwanting, done! |
![]() |
| Lebih enak dari makanan di cafe. |
Menu sarapan kami pagi ini (12/8) sangat istimewa, nasi putih, sayur sop lengkap dengan bakso dan sosis ditambah abon. Sarapan ditemani kabut yang mulai naik dan tebal. Sungguh, ini sarapan paling nikmat sedunia!
Selesai sarapan, aku dan kak Rizky turun duluan kebawah untuk packing. Wah kabut tebal banget, jarak pandang hanya beberapa meter. Track turun ke pos mata air 3 gak kelihatan jelas, kami sedikit meraba jalur dan alhamdulillah sampai dengan selamat hehe :)
![]() |
| Tenda kami, udah sendirian, diselimuti kabut tebal, kasian hehe |
Jam 12:30 kami bergerak turun, sebelumnya tentu berdoa dulu :)
Estimasi kami sebelum gelap sudah sampai pos 1.
Perjalanan turun sama sulitnya dengan perjalanan naik. Kalau naik aku harus merangkak, nah turunnya aku harus sering merosot. Ya anggap aja main perosotan alam, tapi yo aku tetep happy, ketawa lepas, menikmati perjalanan. Luar biasa haha
Pokoknya jalur paling susah dilalui itu dari pos 3 ke 2. Bener-bener nguji mental dan fisik.
Aku gak bisa bayangin kalau pas musim hujan, itu track-nya gimana bentuknya, udah gatau lagi deh aku.
Aku saranin jangan ndaki pas musim hujan.
Turun memang lebih cepat dibanding naiknya, tapi perjuangannya sama beratnya.
Dari pos 2 sampai ke pos ojek kami sama sekali gak berhenti, malah speed-nya di percepat karena berlomba dengan waktu. Harus sampai basecamp jam 6 supaya kak Rizky bisa masuk kerja, iya dia hari minggu kena shift malam jam 23:00. Untuk itu kami dibagi 2 lagi, kak Ujang & kak Andik turun duluan terus nanti jemput kami di pos ojek. Tapi kami ketemu kak Ujang di depan, ternyata kakinya sedikit cedera jadi gak bisa gerak cepat. Alhasil ganti formasi, kak Rizky yg duluan, aku dan kak Ujang jalan turun bareng.
Pas adzan magrib kami sampai di pos 1, itu artinya tinggal selangkah lagi untuk sampai ke pos ojek.
Ditengah-tengah itu kak Ujang nyeletuk: "Kamu kok kuat banget sih ta?"
Aku nengok ke belakang, sedikit kaget, dan bingung sih, iya juga ya kok bisa ya aku?
Apalagi pas turun itu aku berkalikali geleng-geleng kepala sambil berucap: "Ini serius kemarin aku ndaki track kayagini, kok aku bisa, kok aku mampu, kok aku kuat?" aku sendiri kagum sama diriku sendiri.
Dear myself, I'm so proud of you!
Sampai di pos ojek, ada yg nawarin jasa ojek. Murah cuma Rp.10.000 saja.
Mengingat kondisi kak Ujang yg sedikit cedera dan kaki ku yg mulai lemas karena jalan setengah lari non stop dari pos 2 ke pos ojek, jadi kami memutuskan untuk naik ojek. Hahaha
Oh iya ketinggalan, ada satu cerita lagi. Jadi pas perjalanan turun ketemu lagi sama pendaki yg dari jakarta itu lho, terus dia bilang gini: "Ya Allah mbak, kok kuat banget sih, kenapa gak lintas jalur aja, itu carriernya juga berat deh keliatannya".
Haha aku bingung mau jawab gimana, jadi aku nyengir aja dengan polosnya hehehe
Iya jadi kita bisa lintas jalur gitu, ada beberapa pendaki yg kapok lewat Suwanting jadi pas turun mereka lintas jalur lewat selo yg track-nya lebih selow~
Jam 18:15 aku dan kak Ujang sampai di basecamp. Aku langsung bergegas ke kamar mandi, karena aku nahan pipis dari atas. Hahaha konyol memang, udah track-nya kayagitu, tambah nahan pipis lagi :D
Pas balik lagi ke ruang depan basecamp, kami ber-empat sudah bersatu kembali. Kakak-kakakku nyuruh aku ganti baju katanya biar gak masuk angin. Yaudah aku nurut, balik lagi ke belakang untuk ganti baju hehe
Baju udah ganti, saatnya makan malam. Kami pesan menu yg sama kaya pas sarapan. Oh iya Kak Ujang gak ikut makan karena harus pulang duluan ke Semarang. Jalur yg dilalui gelap dan sepi soalnya.
Aku, kak Rizky, Kak Andik pulang ke jogja jam 20:10 lewat ketep.
Tapi gak lewat jalan utama, kak Rizky tau jalan alternatif jadi tembusnya Muntilan.
Nah, lagi-lagi kami kesasar, sampai masuk desa dan hutan. Hahaha
Aduh ngakak dah, pergi nyasar, pulangnya nyasar hahaha
Cek gmaps gak bisa karena gak ada signal, jalanan sepi, mau nanya orang gak ada orang.
Yaudah alhasil kami balik arah lagi. Dan singkat cerita akhirnya ketemu jalan yg benar hahaha
Kami berpisah di pom bensin, kak Rizky harus ngebut karena ngejar waktu masuk kerja.
Aku dan kak Andik naik motor dengan kecepatan normal, dijalan aku udah gak kuat lagi melek.
Pundak dan kaki mulai berasa panas-panas pegel. Akhirnya jam 22:15 sampai dikosan, bersihin muka, mandi langsung tidur.
Pagi harinya, dari pinggang ke bawah njaremnya parah banget. Kaki gak sengaja kesenggol rasanya gak karuan, jalan diseret, ngangkat kaki tuh sakitnya minta ampun, mau duduk pun harus pelan-pelan banget.
Kalau pundak & tangan gak separah kaki sih.
Oh iya, sehabis ndaki, malamnya harusnya udah mulai minum bear brand & diolesin hot in cream atau pereda nyeri yg berbentuk cream/gel supaya lebih mendingan. Karena aku pulang ndaki udah tepar alhasil baru tadi malam (13/8) aku terapin dan sekarang (14/8) masih njarem tapi otot udah lebih lemes. Semoga lekas hilang njaremnya. Aamiin.
![]() |
| Wajib. |
Kalau kata kak Rizky, Aku dihajar track Suwanting tetap ceria :D
Selanjutnya gunung mana lagi?
Hhm, let's see :)
Note:
1. Perjalanan dari basecamp sampai ke pos mata air 3 itu 11 jam.
2. Perjalanan dari pos mata air 3 ke pos 3 itu 20 menit
3. Perjalanan dari pos 3 ke Summit Attack 1 jam 30 menit.
4. Perjalanan turun dari pos 3 sampai ke pos ojek 5 jam 30 menit.
























0 comments